Chelsea adalah salah satu klub sepak bola terbesar tidak hanya di Inggris, melainkan juga di dunia. Eksistensi klub sepak bola ini, sudah berdiri sejak 1905. Orang yang sangat menggemari dan antusias dengan sepak bola, pasti mengenal klub asal London tersebut. Chelsea dengan logo singa memegang tongkat dan warna biru sebagai ikon andalan mereka. Dengan kesuksesan yang telah diraih, Chelsea sering sekali mengalami kegagalan dalam membeli pemain. Pemain-pemain tersebut bisa dibilang gagal dalam beradaptasi maupun menunjukkan performa mereka dengan maksimal. Berikut adalah 5 pemain yang dibeli oleh Chelsea dan gagal bersinar besama The Blues.
1. Mateja Kezman
Untuk para penggemar Chelsea di tahun awal 2000, pasti mengenal pemain ini. Ia adalah Mateja Kezman. Pemain sepak bola tersebut berasal dari Serbia. Nama Kezman melesat di tahun 2000, dikarenakan Kezman sudah menjadi top-skor di liga Serbia saat itu dengan mengemas 27 gol dari 32 pertandingan bersama FK Partizan.
Dengan umur yang sangat muda, yaitu 20 tahun. Kezman berhasil menjadi pemain reguler untuk FK Partizan sejak umur 19 tahun. Sebelum berpindah ke Chelsea, Kezman sempat berlabuh ke PSV Eindhoven. Di PSV Eindhoven, karir dan penampilan Kezman semakin melejit. Ia berhasil mencetak 35 goal dari 33 penampilan bersama PSV Eindhoven. Jumlah goal yang sangat apik untuk seorang stiker muda, membuat Chelsea sangat tertarik mendatangan stiker muda sensional tersebut.
Kezman datang ke Chelsea di era awal Abramovich dan pelatih anyar saat itu, Jose Mourinho. Kedatangan Kezman sangat disambut baik oleh para fans Chelsea saat itu. Beliau digadang akan menggantikan stiker Chelsea sebelumnya, Jimmy Floyd Hasselblank. Bahkan, ia dipercaya untuk memakai nomor punggung 9.
Namun, karirnya menurun drastis. Ia tidak menjadi pilihan utama Jose Mourinho pada saat itu. Kezman lebih banyak menghabiskan musim di bangku cadangan. Dari total 41 penampilan, ia hanya berhasil mencetak 7 gol dalam semusim. Karena takut karirnya akan semakin hancur, Kezman meminta kepada petinggi Chelsea untuk menjual dirinya ke Atletico Madrid. Di Chelsea, ia hanya bertahan untuk 1 musim.
2. Hernan Crespo
Hernan Crespo. Striker andalan ketika ia masih membela Lazio dan Inter. Penyerang asal Argentina tersebut sangat tajam ketika membela dua klub raksasa Italia. Karena ketajamannya, ia tertarik untuk mencoba kemampuannya untuk bermain di Inggris. Pada saat itu, banyak klub asal Inggris yang ingin mendatangkannya. Namun, hanya Chelsea yang berhasil mencapai kesepakatan untuk membeli pemain stiker anyar tersebut. Selama 5 musim di Chelsea, Crespo hanya berhasil mencetak 20 gol dari 73 pertandingan. Walaupun dia berhasil meraih gelar Liga Premier Inggris. Kegagalan ia membuat petinggi Chelsea menjualnya ke Ac Milan di tahun 2008.
3. Fernando Torres
Siapa yang tidak mengenal seorang El-Nino? Seorang pesepak bola asal Spanyol yang bermain untuk 3 klub besar, yaitu Atletico Madrid, Liverpool dan juga Chelsea. Sebelum kepindahannya ke Chelsea dan Liverpool, Torres memulai karirnya di Atletico Madrid. Di era itu, bahkan dia sempat menjadi kapten untuk keseblasan tersebut. Dan yang menariknya, Torres bermain bersama pemain yang menjadi pelatih Atletico Madrid saat ini. Diego Simeone saat itu masih membela Atletico Madrid sebagai pemain bersama Fernando Torres. Ia lalu dibeli oleh Liverpool saat itu dan dilatih oleh Rafael Benitez.
Torres dengan kemahiran dan teknik yang luar biasa, ia berhasil adaptasi dalam waktu yang cepat dengan kerasnya permainan Liga Inggris. Bersama dengan Steven Gerrard, Torres berhasil menunjukkan taringnya di lini depan Liverpool. Di musim pertama dengan Liverpool, Torres mampu mencetak 33 gol dari 46 penampilan di seluruh ajang kompetisi sepak bola Inggris. Bahkan, ia mencetak rekor di Liga Inggris. Torres merupakan pemain dengan mencetak 50 gol tercepat di Liga Inggris. 50 gol itu ia cetak hanya dalam 72 pertandingan. Keberhasilan tersebut membuat Chelsea melirik Torres untuk berlabuh. Torres dibanderol dengan harga 50 juta poundsterling di musim 2010/2011. Saat itu, Torres menjadi pemain termahal di dunia yang lalu dipecahkan kembali oleh Angel Di Maria di 2014.
Kembali lagi, di Chelsea, Fernando Torres gagal bersinar. Di musim pertama bersama The Blues, ia hanya berhasil mencetak 10 gol dari 37 penampilan. Dan permainan Torres tidak hanya dilihat dari statistik. Teknik dan keterampilannya pun ikut hancur ketika berseragam The Blues. Momen kegagalan dia mencetak gol yang paling parah adalah ketika ia gagal mencetak gol melawan Manchester United. Padahal Torres sudah berhasil untuk menggocek David De Gea, namun ia gagal memasukan bola tersebut ke gawang dengan kaki kirinya.
Kegagalan tersebut membuat fans semakin yakin, bahwa Torres 'flop' di Chelsea. Dengan kegagalannya, Torres setidaknya memiliki dua momen krusial untuk Chelsea. Ketika ia mencetak gol melawan Barcelona di semifinal Liga Champions dan mendapatkan tendangan pojok untuk Chelsea. Tendangan pojok itulah yang berhasil di jadikan sebagai awal terjadinya gol untuk Chelsea di final ketika melawan Bayern Munchen di Allianz Arena. Torres lalu dijual oleh Chelsea ke Atletico Madrid lagi di musim 2014/2015.
4. Kepa Arrizabalaga
5. Romelu Lukaku
Kepa Arrizabalaga dibeli Chelsea dari Atletico Bilbao dengan harga 70 juta poundsterling. Nominal tersebut melabeli sebagai Kiper Termahal Di Dunia. Kepa yang dibeli di usia muda, diharapkan bisa menjadi penerus Petr Cech atau pengganti dari Thibaut Courtois di Chelsea. Dengan beban yang begitu berat, Kepa sering sekali membuat kesalahan yang sangat fatal di bawah gawang. Blunder demi blunder ia ciptakan dengan seragam The Blues. Ada di sebuah kejadian, Kepa berselisih dengan Maurizio Sarri. Sarri merupakan pelatih Chelsea saat itu. Di saat pertandingan sedang berlangsung, Sarri marah kepada Kepa. Saat itu, Sarri ingin menggantikan Kepa sebagai kiper oleh Caballero. Namun sang kiper menolak. Kepa bersikukuh bahwa ia akan tetap bermain.
Penolakan tersebut sangat membuat Sarri emosi. Sarri adalah sosok pelatih yang dikenal sangat emosional. Dengan kejadian tersebut, membuat Sarri sangat marah kepada Kepa. Namun, akhirnya Sarri mengalah dan tetap membiarkan Kepa bermain. Dan Kepa berhasil membuktikan ketidak-inginan dia untuk diganti. Ia berhasil membuat Chelsea meraih kemenangan.
Romelu Lukaku merupakan mantan pemain Chelsea yang dibeli kembali oleh Chelsea setelah beberapa tahun kemudian. Chelsea pertama kali menjual Lukaku di awal musim 2012/2013. Lalu, nama Romelu Lukaku semakin naik dengan prestasinya sebagai striker muda. Saat ia membela West Brom, Lukaku berhasil mencetak hatrick untuk menggagalkan kemenangan Manchester United era Sir Alex Ferguson saat itu. Skor pun imbang 5-5. Dan nama Lukaku terus naik. Bersama Everton, penampilan striker asal Belgia ini semakin gila. Dengan postur badan yang kuat dan besar, Lukaku dengan mudah mencetak gol dan mengalahkan para pemain lawan yang ingin beradu fisik dengannya.
Dan itu membuat Manchester United ingin meminang Lukaku. Manchester United berhasil mendapat persetujuan untuk Lukaku bergabung dengan skuad Manchester United. Namun, Lukaku tidak berhasil bersama Setan Merah. Di Manchester United, ia banyak mendapatkan penghinaan jahat kepadanya. Hinaan tersebut didasarkan oleh teknik Lukaku dalam bermain sepakbola.
Karena tidak kuat, Lukaku dijual oleh Manchester United dan dibeli oleh raksasa Italia, Inter Milan. Seolah kembali ke ritme permainannya yang apik, Lukaku merajai Serie A. Ia menjadi top skor bersama Inter Milan dan berhasil memperoleh Piala Liga Serie A dengan rekan setimnya saat masih di Manchester United, Alexis Sanchez. Lukaku di Inter hanya bertahan tidak sampai 3 musim. Karena Chelsea tertarik memboyongnya untuk kembali ke Liga Inggris.
Lukaku didatangkan oleh Chelsea dengan harga yang sangat fantastis. Chelsea rela mengeluarkan 100 juta poundsterling untuk mendapatkan tanda tangan pemain tersebut. Dengan harga segitu, Inter melepas Lukaku ke Chelsea. Di Chelsea, Lukaku berhasil tampil dengan luar biasa. Tapi, hanya untuk beberapa pertandingan. Skill dan teknik ketika ia membela Manchester United kembali. Tidak mampu menerima bola dengan baik, sentuhan bola yang buruk, passing yang tidak akurat, lari yang terlihat sangat berat. Membuat Lukaku kesusahan untuk bersinar bersama Chelsea.
Lalu, muncul sebuah interview yang viral di internet. Interview Lukaku bahwa suatu saat, ia ingin kembali membela Inter Milan. Karena dia sangat mencintai Inter Milan. Interview tersebut tidak hanya berdampak ke Chelsea, namun juga ke para penggemar The Blues. Semenjak interview tersebut, permainan Chelsea menurun drastis secara keseluruhan. Lalu pada akhir musim 2021/2022, Lukaku kembali dipinjamkan ke Inter Milan sampai musim 2022/2023 berakhir.







Comments
Post a Comment