Beberapa pekan terakhir, di berbagai sosial media maupun media online diramaikan tentang fashion street di Jakarta. Keramaian ini menjadi perbincangan netizen hampir di semua kalangan. Semua diawali oleh konten TikTok yang mewawancarai remaja di Jakarta. Setelah konten tersebut, menjadi sebuah sorotan besar. Bahwa di Jakarta ada Citayem Fashion Week, lebih tepatnya di Sudirman. Semenjak konten tersebut terekspos dan viral, banyak sekali informasi dari berbagai sumber bahwa Citayem Fashion Week ini semakin penuh dikunjungi oleh remaja-remaja tersebut.
Dinamakan Citayem Fashion Week, karena sebagian besar remaja yang mengunjungi daerah Sudirman tersebut adalah remaja yang tinggal di Citayam, Bojong Gede dan sekitarnya. Tentu saja menjadi sebuah pandangan yang menarik. Dari luasnya Jakarta, spesifik Sudirman yang mereka pilih sebagai tempat untuk mengadakan ajang Citayem Fashion Week ini. Walaupun tanpa sengaja.
Dengan menyebar berita tentang Citayem Fashion Week ini, tentu menuai pro dan kontra tentang budaya tersebut. Di bagian pro, mereka senang karena Citayem Fashion Week ini menggunakan fasilitas publik sebagai tempat untuk mereka berkumpul. Untuk bagian kontranya, banyak yang menyangkal bahwa kegiatan mereka cukup menganggu suasana Jakarta. Dengan sampah yang berserakan, dan sampah tersebut tidak dengan volume yang sedikit. Di karenakan, karena ramainya daerah Sudirman tersebut, menjadi sebuah peluang untuk berbagai pedagang untuk berjualan di sekitar Sudirman. Semakin penuh daerah tersebut, semakin banyak juga sampah yang terbuang secara sembarangan.
Karena menjadi perbincangan, Citayem Fashion Week ini beberapa hari lalu sudah dibubarkan oleh pihak berwajib dengan alasan penyebaran Covid dan dapat memicu kriminalitas. Yang mana, itu bisa dibenarkan. Kerumunan sangat identik dengan berbagai kejadian kriminal dan penyebaran Covid 19.

Comments
Post a Comment